Bantuan perumahan sebesar Rp.15 juta per
Kepala Keluarga (KK) di Dusun Miskoko, Kecamatan Fenalisela, Kabupaten Buru
diduga diselewengkan.
Hal itu diuangkapkan Rohani Tasidjawa, ahli
waris pemilik lahan kepada Kompastimur.com
di Namlea, Senin (31/7).
"Ada masalah, dan kami sudah sarankan
untuk dipending lalu dibetulkan nama-nama warga yang berhak menerimanya,"
harap Rohani Tasidjawa.
Rohani lebih jauh mengungkapkan, awalnya
proyek dari Kementrian Perumahan Rakyat ini sebelum masuk ke Kabupaten Buru, ia
sebagai salah satu ahli waris pemilik lahan ikut dilibatkan dan dimintai
bantuan agar proyek ini dapat berjalan lancar.
Namun, ditengah perjalanan, ia dan keluarganya
tak lagi dilibatkan dan diam-diam pihak Dinas Perumahan Rakyat Maluku dan Dinas
PU Maluku sudah berjalan sendiri dengan meminta Kepala Dusun Miskoko, Samuel
Simon Nacikit (47 tahun) untuk membuat surat hibah palsu.
Sambil memperlihatkan surat hibah palsu
tertanggal 29 Nopember 2016 itu, Rohani menjelaskan, kalau Samuel Simon Nacikit
bertindak sebagai pihak pertama dan mengaku-ngaku sebagai pemilik lahan.
Selanjutnya, Samuel menyerahkan lahan bukan
miliknya itu kepada warga yang diwakili oleh empat oknum masing-masing Julius
Tasidjawa, Niksen Nacikit, Simon Leslessy dan Fendy Waemese.
Pembuatan surat hibah palsu itu ikut dibubuhi
tandatangan oleh dua orang saksi, Joni Nacikit dan Esmin Leslessy.
Rohani mengaku kalau ia dan ahli waris lainnya
sangat mensuport program pemerintah ini dan meminta agar dibetulkan
administrasinya.
Kemudian agar bantuan perumahan itu diberikan
kepada warga miskin yang berhak menerimanya. Namun hal itu tak digubris sampai
hari ini.
Bahkan ada satu oknum pengusaha yang didekati
guna mendapatkan surat keterangan kalau lahan pemukiman warga Miskoko itu
berada di areal Dusun Kayu Putih milik orang tua Rohani Tasidjawa dan telah
dijual kepada pengusaha tersebut.
"Dengan mengaku sebagai pemilik lahan,
oknum pengusaha ini diberi imbalan Rp.750.000 per unit bantuan rumah dipotong
dari dana Rp.15 juta tadi," beber Rohani.
Rohani meminta Kadis Perumahan dan Pemukiman
Provinsi Maluku, Kasrul Selang dan Kadis PU Provinsi Maluku Ismail Usemahu agar
ikut campur tangan dalam mengoreksi bantuan perumahan di Kabupaten Buru karena ada ditemukan banyak masalah.
Di Miskoko misalnya, ada warga yang punya
rumah beton atas nama Joni Nacikit ikut diberikan bantuan.
Ada juga oknum yang bukan penduduk Miskoko,
tapi bermukim di tempat lain dan punya rumah beton, juga kecipratan bantuan. Ia
lalu menyebut nama Deni Nacikit , warga
Desa Lamahang, Kecamatan Waplau.
Ada juga empat nama penghuni dalam satu rumah
diberikan bantuan perumahan, alias dapat
jatah empat rumah.
Ia juga mencontohkan pasangan suami istri
Yulius Tasidjawa dan Serli Nacikit yang masing-masing mendapat jatah bantuan
perumahan.
"Laki dapat, bini jua dapat lai.
Sementara ada orang lain yang sangat membutuhkan bantuan tidak ikut
kebagian," sesalkan Rohani.
Dikatakannya lagi, kalau bantuan perumahan ini
tidak diuangkan tapi diberikan dalam bentuk barang meliputi semen, seng, batu,
pasir dan kayu, serta paku.
Kalaupun diberikan dalam bentuk barang, maka
harus ada musyawarah dengan warga penerima bantuan untuk menunjuk toko bahan
bangunan yang bisa mengorder kebutuhan barang tersebut dengan harga paling
murah.
Tapi yang terjadi, oknum petugas di lapangan
telah menunjuk dua pengusaha jasa konstruksi untuk menyuplai bahan-bahan
bangunan tersebut, yakni Sugeng dan Tambo Lestari.
"Akhirnya bantuan yang sampai ke warga
separohnya sudah pindah tangan untuk keuntungan pengusaha," tuturnya. (KT-10)
0 komentar:
Post a Comment