Karya
kain batik Papua yang beredar di wilayah Provinsi Papua Barat dinilai
kehilangan hak cipta. Kain batik yang beredar di daerah ini adalah karya
hasil jiplakan.
Ketua Dewan Seni Papua Barat, Ely Krey kepada Kompas Timur, Senin
(3/10), mengatakan, kain batik Papua sudah beredar luas baik di Papua
maupun Papua Barat. Meskipun demikian, perhatian masyarakat dan instansi
terkait belum terfokus pada para pengrajin batik tersebut.
Dia menyebutkan, saat ini jumlah pengrajin batik di Manokwari bahkan
di wilayah Teluk Cendrawasih sangat minim bahkan hampir tidak ada. Karya
batik yang beredar saat ini adalah karya para seniman terdahulu, salah
satunya adalah adiknya yang sudah meninggal beberapa tahun lalu.
“Perhatian kita terhadap batik Papua sangat kurang. Saat ini yang
sering ditampilkan adalah seni tari, dan parahnya seni tari kita pun
sudah dicampur dengan kreasi-kreasi dari luar. Artinya sudah tidak asli
lagi,” katanya.
Menurutnya, seni batik dan ukiran serta pahat asli Papua nyaris
terabaikan. Akibatnya, Papua kini digempur oleh batik-batik yang
dijiblak dari hasil karya para seniman di daerah ini.
Ia berharap pemerintah daerah melalui instransi terkait kembali
menginventarisir dan mencari pemilik hak cipta atas batik tersebut.
Secara pribadi, Ely Krey pun saat ini sudah menyiapkan sekitar 50
jenis karya batik baru. Ia sedang berupaya agar ia memperoleh sertifikat
atau pengakuan hak cipta atas karyanya tersebut.
Ely tak mau, hasil karya mengalami nasib serupa dengan batik-batik
yang selama ini sudah beredar di pasaran. Peredaran batik hasil jiblak
yang diproduksi di luar Papua tersebut sudah sangat
menguatirkan.
“Skill yang dimiliki para pengrajin batik ini tidak didapat dari
bangku sekolah, melainkan keahlian yang sudah menjadi warisan nenek
moyang. Tegasnya bahwa, batik, ukir dan karya pahat Papua adalah
jatidiri orang Papua yang tidak boleh dijiplak sembarangan,” ujarnya
lagi.
Ia pun mengajak para pemuda asli Papua menjaga warisan leluhur
tersebut, dengan belajar kepada para seniman yang masih ada. Ia ingin,
anak-anak Papua mewarisi kemampuan dalam menciptakan karya batik, ukir
dan pahat agar warisan tersebut tidak punah dan dicuri oleh orang lain. (KT-IB)
0 komentar:
Post a Comment